Home Gadgets Umbar Iklan Porno, Google Hapus 60 Aplikasi untuk Anak

Umbar Iklan Porno, Google Hapus 60 Aplikasi untuk Anak

16
0
SHARE


Jakarta, CNN Indonesia — Google menghapus 60 aplikasi bertema anak-anak yang mengandung perangkat lunak jahat (malware). Aplikasi ini menyisipkan malware yang dinamakan Adult Swine.

Malware yang disusupkan ke aplikasi game, menggambar, atau aplikasi tema anak lainnya ini membuat aplikasi tersebut menampilkan iklan pop-up yang memuat konten pornografi.

Malware juga menampilkan notifikasi palsu yang menyatakan bahwa ponsel mereka terkena virus. Mereka lantas memberi tautan yang mengarahkan pengguna untuk mengunduh pembersih virus palsu. Bahayanya, jika anti virus palsu ini digunakan untuk mencuri data pribadi pengguna yang tersimpan di ponsel.

Malware ini menipu pengguna dengan memberi tahu kalau mereka memenangkan hadiah. Jika pengguna memberikan nomor ponsel mereka, maka nomor itu didaftarkan tanpa izin ke layanan SMS premium.

Aplikasi lain menipu pengguna dengan menyatakan mereka telah memenangi hadiah dan berusaha mendapatkan nomor ponsel pengguna. Nomor itu pun didaftarkan untuk layanan premium.

Laporan tersebut disampaikan oleh Checkpoint, firma keamanan asal Israel. Juru bicara Google menyatakan akan melakukan tindakan tegas terkait malware itu.

“Kami telah menghapus aplikasi-aplikasi itu dari toko aplikasi Google PlayStore dan menonaktifkan akun developer. Kami juga akan memberi peringatan kepada siapapun yang sudah mengunduh aplikasi tersebut,” jelas juru bicara Google, seperti dikutip The Verge

Beberapa pengguna telah memberikan ulasan di Google PlayStore dan mengimbau pengguna lain untuk tidak memasang gim tersebut.

“Jangan pasang. Anak laki-laki saya membukanya dan beberapa gambar tidak pantas pun muncul,” tulis salah satu ulasan yang ada di Play Store.

Checkpoint juga menemukan bahwa konfigurasi malware dapat menyembunyikan ikonnya sehingga semakin sulit bagi pengguna untuk menghapusnya.

Google Play Protect adalah fitur keamanan yang dirilis oleh Google untuk mengecek aplikasi saat pengguna Android mengunduhnya dan secara periodik meninjau gawai pengguna untuk menghapus aplikasi yang berbahaya.

Dalam pernyataannya, Google mengklaim secara manual mengulas iklan yang muncul dari aplikasi di Google Play. Google juga menyebut memiliki kriteria pemblokiran yang ketat untuk memastikan keamanan anak-anak selama menggunakan aplikasi.

Meski demikian, dari penelusuran CNNIndonesia.com, aplikasi-aplikasi dengan nama yang mirip dan screenshoot aplikasi serupa masih beredar di toko aplikasi Google Play Store.

Misal untuk aplikasi Five Nights Survival Craft menjadi Five Nights Craft Survival. Aplikasi ini diunggah oleh nama pengembang berbeda dan sudah tersedia di Play Store sebelum pengumuman aplikasi malware ini dirilis CheckPoint.

Untuk mengetahui daftar aplikasi yang berhasil dihapus Google bisa mengecek situs CheckPoint. (sat)



Source link