Beranda Sport Tampines Rovers Tanpa Legiun Asing Kontra Bali United

Tampines Rovers Tanpa Legiun Asing Kontra Bali United

14
0
BERBAGI


The Stags mengalami krisis di lini tengah akibat cederanya tiga pemain pilar.


OLEH   DONNY AFRONI


Pelatih klub Singapura (S-League) Tampines Rovers Jurgen Raab harus memutar otak lebih keras lagi setelah mereka dipastikan tidak diperkuat dua pemain asing saat menghadapi Bali United di babak pendahuluan kualifikasi Liga Champions Asia (LCA), Selasa (16/1), di Stadion Dipta Gianyar.

Winger Jordan Webb dan gelandang Ryutaro Megumi mendapatkan cedera setelah Tampines Rovers menjalankan pertandingan uji coba melawan Terengganu FC II. Kedua pemain itu tidak tampil ketika mengalahkan Geylang 2-0 di uji coba dua hari lalu. Kondisi ini membuat The Stags tidak diperkuat pemain asingnya.

Tampines Rovers hanya mempunyai dua pemain asing, karena mengikuti aturan baru S-League di musim 2018. Berdasarkan regulasi baru, setiap klub hanya diperbolehkan memiliki dua pemain asing.

Situasi makin rumit setelah gelandang Faizal Raffi juga masih bergelut dengan cedera. Tampines Rovers pun mengalami krisis di sektor tengah. Praktis mereka bakal mengandalkan kematangan dan dua pemain naturalisasi, Mustafic Fahrudin dan Daniel Bennett, untuk membimbing pasukan muda.

“Ini menjadi tantangan untuk kami, dan kami harus menghadapi situasi ini, karena kami memasang target menang. Ini tidak mudah buat kami, terutama karena kami kehilangan dua pemain penting,” ujar Raab diwartakan Eleven Sports.

“Tapi kami tidak ingin mengeluh, dan berusaha melakukan pekerjaan dengan baik, memperlihatkan performa bagus. Mungkin kami bisa mengalahkan tim ini [Bali United]. Jika tidak [menang], kami sudah berusaha semaksimal mungkin, atau mereka lebih baik dari kami, dan kami harus menerimanya.”

Di lain sisi, Mustafic mengkritik kebijakan S-League yang hanya memperbolehkan klub mengontrak dua pemain asing. Hal ini menyulitkan, mengingat Tampines Rovers berkompetisi di Asia. Jika dikalahkan Bali United, Tampines Rovers bermain di Piala AFC.

“Ketika sebagian besar negara di Asia memakai kebijakan empat pemain asing, kami hanya punya dua. Ini sudah menjadi kerugian buat kami di kompetisi level tinggi yang lebih sulit dibandingkan S-League,” kata pemain berusia 36 tahun ini dikutip laman The New Paper.

“Harapan sangat tinggi diberikan kepada klub ini, dan para pemain muda harus meningkatkan kemampuan lagi untuk mendapatkan kesempatan. Sejujurnya, kualitas tim ini berkurang, tapi memang kondisinya seperti ini. Namun melihat hasil sejumlah laga uji coba, setiap pemain siap dimainkan,” timpal Bennett.

 



Source link