Home Sport Lima Perubahan Statuta dalam KLB PSSI

Lima Perubahan Statuta dalam KLB PSSI

5
0
SHARE


Tangerang: Kongres Tahunan PSSI telah digelar. Salah satu yang menjadi agenda adalah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dan menghasilkan lima keputusan.

Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang federasi tertinggi sepak bola Indonesia membahas perubahan statuta dalam KLB. Ada lima perubahan yang dihasilkan dari kongres tersebut.

Hal ini disampaikam Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Ia membeberkan lima hal penting yang berkaitan dengan perubahan statuta. Lima hal itu adalah soal hierarki organisasi, badan hukum anggota PSSI, lembaga pengembangan sepak bola, struktur voter, dan perubahan jumlah Komite Tetap.

“Terkait hierarki organisasi, dalam statuta PSSI menambahkan klausul baru soal Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Provinsi (Asprov). Hal itu tercermin dalam pasal 2a,” ujar Joko Driyono

Fokus PSSI lainnya yaitu perubahan statuta dengan meniadakan konflik terkait dualisme klub-klub anggota PSSI. Ke depannya, PSSI mewajibkan setiap klub harus memiliki badan hukum. Tujuannya agar terhubung dengan PSSI.

Kemudian, perubahan lainnya adalah terkait pengembangan sepak bola usia dini. Dalam hal ini PSSI berharap pengembangan tersebut tak hanya berhenti di level asprov dan klub saja.

“Nantinya, PSSI akan menambahkan satu pasal lewat lembaga yang terafiliasi dan mereka harus teregristrasi meski statusnya bukan anggota,” sambungnya.

“Dan yang terakhir adalah penetapan terkait perubahan dari 17 Komite Tetap menjadi 12 Komite Tetap. Sekadar informasi, Kongres hari ini juga mencatatkan sejarah karena dihadiri seluruh peserta yang hadir di Kongres Ancol dan Bandung,” tegas pria yang akrab disapa Jokdri.

Pada KLB yang berlangsung selama 20 menit itu, dari 106 voter yang diundang hanya 93 yang hadir. Perinciannya 18 klub dari Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, delapan klub Liga 4, dan ada rancangan 34 lembaga dari Asprov serta asosiasi futsal, sepak bola wanita, pelatih, dan wasit.

“Totalnya ada 93 peserta yang hadir ditambah FFI (Federasi Futsal Indonesia). Jadi kongres ini dinyatakan kuorum atau telah memenuhi syarat,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.

Sementara itu, PSSI kembali menegaskan bahwa Asosiasi Pemain Indonesia (API) tidak termasuk voter PSSI. Hal ini sudah ditetapkan sejak KLB yang digelar di Bandung, Januari 2017. PSSI berpedoman pada hubungan yang dilakukan FIFA dan FIFpro. Jadi hubungan antara PSSI dan API hanya dalam plafon MoU.

 

(KRS)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here