Beranda Health Pasien Gagal Ginjal Harus Tetap Intens Jalani Pengobatan

Pasien Gagal Ginjal Harus Tetap Intens Jalani Pengobatan

23
0
BERBAGI


Peritoneal Dialysis lebih cocok digunakan oleh pasien yang memiliki mobilitas yang tinggi. Pasien bisa melakukannya sendiri di rumah melalui perut. Penggunaannya yakni idealnya sebanyak 4 kali penggantian cairan. Cairan tersebut ada di perut kurang lebih selama 5 jam. Cairan tersebut ada di dalam peritoneum di perut sebagai pengganti proses osmosis, disfusi, dan filtrasi, lalu mengganti lagi dengan cairan berikutnya.

Baxter, perusahaan global dalam bidang perawatan ginjal telah lama memberikan dukungannya bagi komunitas gagal ginjal di seluruh dunia. Tujuannya untuk mengedukasi pasien yang mengalami sakit ginjal agar mendapatkan informasi mengenai peritoneal dialisis sebagai salah satu pilihan dialisis bagi pasien.

“Kami ingin berbagi informasi dan menginspirasi pasien gagal ginjal tentang kelebihan dari perawatan Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Kami percaya, dengan perawatan yang tepat, setiap pasien dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan menjadi lebih produktif,” kata Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Samosir, Senin (6/11).

Di Indonesia, Baxter menyediakan terapi Peritoneal Dialysis (PD) dan Hemodialysis (HD) yang telah memberikan keuntungan bagi ribuan pasien dan terus meningkatkan kesadaran tentang penyakit ginjal serta informasi mengenai berbagai pilihan perawatan yang ada. Dengan program kampanye Moving On ada pula 3 video inspiratif dari pasien gagal ginjal yang tetap semangat.

KPCDI terus mendukung pasien gagal ginjal dengan memberikan edukasi tentang pilihan perawatan yang tepat untuk pasien gagal ginjal. Kampanye Moving On bertujuan untuk menginspirasi pasien yang mengalami gagal ginjal agar mendapatkan informasi mengenai pilihan dialisis yang tepat.

Faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronik adalah merokok, obesitas, paparan logam berat, konsumsi alkohol berlebihan, hiperlipidemia, riwayat hepatitis C, dan infeksi HIV. Bisa juga karena penyakit degeneratif lainnya yakni hipertensi, diabetes melitus, minum obat analgesik, riwayat penyakit ginjal akut, dan lainnya.


(ika/JPC)



Source link