Beranda Health Psikolog: Pengidap HIV Tak Boleh Dikucilkan | JawaPos.com

Psikolog: Pengidap HIV Tak Boleh Dikucilkan | JawaPos.com

83
0
BERBAGI

[ad_1]

JawaPos.com- Pemahaman soal Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih harus terus disosialisasikan ke berbagai kalangan. Penderitanya tidak boleh dikucilkan atau malah dijadikan korban perundungan.

Psikolog asal Sumatera Utara Irna Minauli memberikan tanggapan terkait dugaan pengusiran dan pelarangan sekolah bagi anak-anak penderita HIV di Kabupaten Samosir penderita HIV. Irna menegaskan, mereka harus terus diberikan semangat.

Menurutnya, anak anak terjangkit HIV kondisinya lebih rentan. Tak hanya kesehatannya yang menurun, namun psikologisnya juga terguncang.

Dari sisi kesehatan juga pasti sangat rendah. Mereka rentan karena mal nutrisi. Jika ditambah dengan perundungan dan diskriminasi kondisinya akan lebih down. “Mereka kerap mengalami depresi dan kecemasan. Serta trauma karena pengucilan,” katanya, Rabu (24/10).

Kasus di Samosir juga begitu kompleks. Para anak itu menyandang status yatim piatu. Hal itu menjadi sumber tekanan psikologis. “Ada bahaya ganda saat mereka sudah kehilangan orang tua dan teman. Sebab, dua tokoh ini faktor pembangkit semangat hidup,” ungkapnya.

Dia juga menekankan, solusi awal untuk mengembalikan semangat mereka adalah, selalu memberikan dukungan. Jangan sampai para penderita malah dikucilkan. “Yang harus dilakukan memberikan dukungan sosial, berupa pemberian informasi mengenai apa yang terjaidi pada diri mereka dan temannya. Dukungan instrumental diberikan dukungan langsung katakanlah biaya pendidikan, makanan,” ujarnya.

Enam anak di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir terus berjuang menghadapi penyakit yang mereka derita. Mereka kehilangan orangtua yang menularkannya.

Saat ini mereka didampingi Rumah Kasih HKBP. Mereka dirawat di sana. Berharap tidak didiskriminasi oleh masyarakat.

Hingga sampai ada provokasi yang kembali mencuat. Masyarakat yang tidak paham soal penularan HIV/AIDS meminta mereka tidak bersekolah bersama anak-anak lainnya. Mereka takut tertular.

Dari enam anak, satu diantaranya sudah dirawat di RSUP H Adam Malik Kota Medan. Kondisinya sangat kritis. Kesehatannya menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Pihak HKBP meminta pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan mengentaskan masalah itu. Sosialiasasi pemerintah soal penyakit itu gencar dilakukan. 

(pra/JPC)

[ad_2]

Source link