Beranda Health Macet saat Mudik, Pasien Penyakit Kronis Hati-hati Dehidrasi!

Macet saat Mudik, Pasien Penyakit Kronis Hati-hati Dehidrasi!

9
0
BERBAGI


JawaPos.com – Pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, lansia, atau bahkan penyakit kanker disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mudik melalui jalur darat. Dengan perhitungan kemacetan mencapai 12 jam ternyata tidak direkomendasikan. Sebab bahaya dehidrasi bisa menjadi ancaman.

“Saya tidak akan izinkan pasien saya. Selain itu perjalanan panjang berjam-jam pada orang tua akan sungguh menganggu. Umumnya, mereka sudah mempunyai masalah dengan lutut atau nyeri pinggang, posisi duduk yang berlama-lama pasti akan menyebabkan gangguan lutut dan pinggang menjadi sakit,” tegas Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB kepada JawaPos.com, Rabu (13/6).

Belum lagi dalam perjalanan tersebut minim makanan dan minuman, begitu pula untuk buang air kecil menjadi tidak mudah karena berada di tengah kemacetan. Dehidrasi merupakan kondisi yang umum terjadi saat seseorang dalam perjalanan apalagi di tengah kemacetan.

Ketersediaan air yang terbatas atau karena sulitnya buang air kecil membuat seseorang dalam perjalanan khususnya perjalanan darat menghindari untuk minum. Tentu ini akan memperberat kondisi dehidrasi yang terjadi.

Belum lagi jika mereka berada di dalam kendaraan ber-AC dan dengan sirkulasi udara yang tidak baik. Terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat kulit kering sehingga tidak bisa mempertahankan air dari dalam tubuh sehingga akan mudah jatuh di dalam dehidrasi.

“Jadi bisa ditebak jika kita berada puluhan jam di ruang ber-AC maka kita akan mudah jatuh ke dalam kondisi dehidrasi,” papar Ari.

Buat anak muda yang memang sehat dan kondisi fisik prima serta tidak mempunyai penyakit kronik mungkin akan kuat menghadapi kondisi macet berlama-lama. Tetapi untuk orang tua dengan penyakit kronis tentu kondisi dehidrasi ini sangat berbahaya.

Tahapan Dehidrasi

Dehidrasi memang terjadi secara bertahap, mulai ringan sedang dan berat. Yang menjadi masalah karena di ruang ber-AC tubuh tidak berkeringat dan rasa haus juga tidak muncul. Orang-orang tua juga mempunyai kepekaan terhadap rasa haus yang rendah.

Jika dehidrasi berlanjut jantung akan berdetak lebih cepat dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami dehidrasi tersebut mengalami sakit kepala, emosinya meningkat, dan bisa saja menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran.

Karena tidak ada asupan yang kuat selama kemacetan selain asupan minum yang rendah serta asupan elektrolit, tentunya akan memperburuk kondisi dehidrasi. Terlebih, pemudik yang memang sudah ada masalah kesehatan sebelumnya.

“Di dalam kemacetan selain faktor dehidrasi dan asupan elektrolit serta asupan kalori yang rendah stres di tengah perjalanan juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan,” ujar Ari.

Stres Perparah Kondisi

Stres akan meningkatkan kecemasan dan kembali lagi akan membuat jantung berdetak lebih cepat, napas menjadi sesak, dan asam lambung meningkat. Buat penderita darah tinggi, stres akan menyebab tekanan darahnya meningkat, kadar gula darah juga meningkat saat seseorang mengalami stres.

“Saya selalu mengingatkan pemudik harus juga mengantisipasi kondisi kemacetan ini. Sebelumnya saya sudah selalu mengingatkan, siapkan kondisi fisik tetap prima sebelum berangkat,” ujarnya.

(ika/ce1/JPC)



Source link