Beranda Health RS Mata Dr YAP Bina Tiga Puskesmas untuk Deteksi Dini Glaukoma

RS Mata Dr YAP Bina Tiga Puskesmas untuk Deteksi Dini Glaukoma

19
0
BERBAGI


Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM –  Dalam rangka memperingati World Glaucoma Week 2018, RS Mata Dr YAP menyelenggarakan deteksi dini glaukoma di Puskesmas Gondokusuman I, Rabu (14/3/2018).

Selain melakukan deteksi dini glaukoma, RS Mata Dr YAP juga melakukan pembinaan terhadap beberapa puskesmas binaan RS Mata Dr YAP di antaranya Puskesmas Gondokusuman 1, Puskesmas Gondokusuman 2 dan Puskesmas Jetis.

Ketua Panitia WGW 2018 sekaligus Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma RS Mata Dr YAP, dr Erin Arsianti SpM MSc menuturkan, dalam kegiatan ini pihaknya membina dokter umum Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta untuk langsung menangani pasien.

“Kalau kemarin dokter umum dan kader puskesmas sudah dilatih teori untuk melakukan pemeriksaan glaukoma, retinopati diabetika. Nah hari ini mereka praktik mulai dari mengaplikasikan teori yang sudah mereka dapat, dokter umum juga sudah mulai mengaplikasikan di sini,” papar Erin.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan kali pertama untuk dokter umum Puskesmas Gondokusuman I dalam melakukan pemeriksaan deteksi dini glaukoma secara langsung kepada pasien, sehingga masih perlu pendampingan oleh dokter RS Mata Dr YAP.

“Hampir 50 pasien kita dampingi terus, setelah itu mereka bisa dilepas dan kita cek dengan hasil pemeriksaan,” ujarnya kepada Tribunjogja.com.

Baca: Peringati World Glaucoma Week, RS Mata Dr YAP Gelar Pemeriksaan Glaukoma Gratis

Ditambahkannya, pembinaan RS Mata Dr YAP kepada beberapa puskesmas ini telah berjalan selama lebih dari tiga tahun.

Pembinaan puskesmas ini mulai dari binaaan kader puskesmas, perawat dan dokter umum yang seluruhnya diberikan materi mengenai delapan diagnosis yang harus ditangani secara mandiri di puskesmas.

“Walaupun sudah tahu teorinya, kita harus ingatkan kembali, dan mendampingi agar mereka mendiagnosis dengan tepat dan memberikan edukasi pada pasien,” imbuhnya.

Melalui kegiatan pembinaan puseksmas ini pihaknya berharap, dokter umum yang ada di puskesmas dapat mendiagnosis pasien dengan tepat.

“Supaya dokter umum puskesmas bisa merujuk dengan diagnosis yang benar dan yang penting tidak ada pasien yang terlewat dari diagnosis glaukoma,” tukasnya. (tribunjogja)



Source link