Beranda Health Ilmuwan Ungkap Misteri ‘Gerbang Menuju Neraka’ dari Bangsa Romawi Kuno

Ilmuwan Ungkap Misteri ‘Gerbang Menuju Neraka’ dari Bangsa Romawi Kuno

12
0
BERBAGI


Seperti JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Kamis (22/2), Gerbang Menuju Neraka tersebut berada di wilayah Hierapolis, Turki. Menariknya adalah ketika hewan yang menjadi tumbal itu akan dibunuh, para imam atau pemangku adat akan menuntunnya menuju sebuah gerbang serupa gapura.

Dari gerbang tersebut kemudian hewan tumbal akan mati seketika saat beberapa langkah melewati gerbang tersebut. Hebatnya imam atau pemangku adat yang menuntun hewan tersebut akan tetap hidup saat hewan tersebut mati.

Gerbang Menuju Neraka yang menjadi tempat bangsa Romawi Kuno melakukan upacara persembahan hewan.
(Mirror)

Karena keanehan itulah, tempat ini disebut Gerbang Menuju Neraka oleh masyarakat setempat. Keanehan tersebut ternyata memicu rasa ingin tahu oleh beberapa ilmuwan. Buntutnya dilakukan sebuah penelitian dengan maksud mengungkap misteri di balik Gerbang Menuju Neraka itu.

Peneliti dari Universitas Duisburg-Essen, Jerman telah menganalisis Gerbang Menuju Neraka di Hierapolis, Turki, yang dibangun menjadi bangunan mirip gua dalam ukuran kecil. Dari penelitian tersebut terungkap bahwa Kota Hierapolis, yang berada di Turki, berada di salah satu wilayah paling aktif secara geologis di negara itu. Dari gerbang tersebut terdapat celah yang menghasilkan karbon dioksida vulkanik.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengukur konsentrasi karbon dioksida di gerbang dari waktu ke waktu. Hasilnya menunjukkan bahwa pada siang hari, gas tersebut mereda, namun pada malam hari, gelombang tersebut keluar, membentuk danau karbon dioksida.

Saat fajar tiba, yakni ketika ritual pengorbanan terjadi, konsentrasi karbon dioksida berada pada tingkat yang cukup tinggi untuk membunuh hewan atau bahkan manusia hanya dalam hitungan menit.

Mengapa para imam tidak ikut mati? Ini karena pemangku adat itu memiliki tubuh cukup tinggi, sehingga kepala mereka terjaga di atas danau karbon dioksida. Berbeda dengan hewan tumbal yang memiliki ukuran lebih pendek dari manusia. Hewan akan secara otomatis menghirup gas beracun ketika memasuki gerbang tersebut. Itulah yang menyebabkan hewan mati, sementara manusia tidak.

Dr Hardy Pfanz, yang memimpin studi tersebut mengatakan bahwa para imam mengetahui bahwa bau gas mematikan dari Gerbang Menuju Neraka itu hanya mencapai titik ketinggian maksimum tertentu.

“Mereka (para imam) sejatinya mengetahui sampai di mana gas beracun itu mampu mencapai ketinggian, bahkan juga jumlah untuk membunuh seekor hewan sapi atau kerbau misalnya,” jelas Dr Hardy.


(ce1/ryn/JPC)



Source link