Home Health Catat! Ini 9 Tips Ampuh untuk ‘Diet 5:2’

Catat! Ini 9 Tips Ampuh untuk ‘Diet 5:2’

5
0
SHARE


SURATKABAR.ID – Tergolong popular, diet 5:2 kerap dijadikan salah satu opsi favorit untuk menurunkan berat badan. Seperti apa cara kerjanya? Jenis diet ini membagi kebiasaan makan menjadi dua, yaitu lima hari makan biasa dan dua hari puasa (5:2). Dalam dua hari tersebut, kaum Hawa disarankan hanya mengkonsumsi 500 kalori, sementara pria 600 kalori.

Tapi, apakah diet ini menyehatkan tubuh? Bagaimana cara terbaik untuk menerapkan diet ini? Mari simak penjelasan Jacqui Smith yang merupakan Perawat dan Pelatih Kesehatan dari BUPA UK seperti dilansir dari laman LifeStyle.Kompas.com, Minggu (14/01/2018).

  1. Puasa bukan berarti tak makan seharian

Ada kekeliruan umum dalam mengartikan kata ‘puasa’. Puasa pada diet 5:2 kerap diartikan sebagai tidak makan apapun selama dua hari.

Dituturkan Jacqui, cara yang aman untuk menerapkan diet ini adalah dengan mengurangi porsi makan. Bukan dengan menghilangkan makan.

Baca juga: Gempar! Peninggalan Unik dari VOC Ditemukan di Sekitaran Borobudur, Seperti Apa Bentuknya?

  1. Pilih waktu puasa dengan baik

Makanan adalah asupan energi agar fungsi tubuh berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, menghilangkan asupannya dalam 48 jam akan membuat tubuh sangat lemah.

Maka, dalam seminggu pilihlah dua hari secara acak untuk melakukan puasa tersebut.

“Jadi, jangan paksakan untuk melakukan puasa tersebut pada dua hari berturut-turut,” tandas Jacqui.

  1. Jangan anggap lima hari tersebut sebagai ‘cheat days’

Pada konsep diet ini, Anda diperkenankan makan secara bebas pada lima hari. Namun, ingatlah bahwa ‘bebas’ di sini bukan berarti memakan segalanya.

Agar lebih efektif, kita harus tetap menerapkan pola makan sehat.

Di samping itu, mengkonsumsi banyak makanan yang kurang sehat akan membuat tubuh kita gemetar dan tak berada dalam kondisi yang baik pada dua hari puasa.

“Kebanyakan makan juga akan mengurangi manfaat dari dua hari puasa tersebut,” dia mengingatkan.

  1. Tak lebih efektif dari aturan pembatasan makanan

Agar bisa mengurangi berat badan, terlebih dahulu Anda harus mengalami kekurangan energi. Hal ini sering dikaitkan dengan mengurangi kalori dan didapatkan dengan mengurangi makan, memperbanyak olahraga, atau kombinasi keduanya.

Pada diet 5:2, Anda mengalokasikan waktu-waktu di mana Anda bisa makan, dan di mana harus puasa. Hasil akhirnya, Anda bisa saja kekurangan energi pada akhir minggu menjalankannya.

Jacqui menyampaikan, belum ada bukti bahwa diet 5:2 atau diet sejenis lainnya lebih efektif ketimbang tips sederhana mengurangi asupan kalori setiap harinya.

Dengan mengikuti aturan pembatasan segala jenis makanan tertentu seperti diterapkan pada beberapa jenis diet lainnya, kita juga bisa mengatur asupan energi secara bijak. Hal ini juga berdampak pada kurangnya kalori dan menurunkan berat badan.

“Jadi, pilihlah jenis diet yang menurut Anda paling mudah untuk diterapkan dan diikuti,” ujarnya.

  1. Jaga asupan makanan seimbang

Jacqui menandaskan, dalam menjalani diet ini, penting untuk menjaga tetap mendapat asupan nutrisi yang seimbang agar tubuh tetap sehat.

“Jangan sampai tubuh kekurangan asupan vitamin-vitamin penting dan mineral,” tegas Jacqui.

  1. Tidak untuk semua kalangan

Diet 5:2 ini bukanlah diet yang aman untuk semua kalangan. Ada beberapa kelompok yang tak disarankan untuk menerapkan diet ini. Contohnya, bagi ibu hamil atau mereka dengan catatan kesehatan tertentu seperti diabetes.

Bagi mereka, pola makan pada diet 5:2 justru lebih membawa bahaya alih-alih manfaat. Sehingga akan lebih baik jika mereka menerapkan diet normal.

“Juga tidak direkomendasikan bagi Anda yang pernah mengalami eating disorder (kelainan kebiasaan makan),” tandasnya.

  1. Efek samping

Diet 5:2 rupanya bisa membawa beberapa efek samping. Mulai dari sulit tidur, bau nafas, sembelit, hingga dampak emosional.

  1. Efek jangka panjang

Diet 5:2 akan membuat Anda mengurangi asupan makan secara rutin. Jacqui mencatat, beberapa studi mengungkapkan, jika diterapkan dalam jangka panjang jenis diet ini bisa membuat Anda menjadi pemakan segala, jika tak dilakukan secara bijak.

“Sebab, semakin kita mengurangi dan membatasi makanan, kita akan semakin mengidamkannya. Hal ini bisa menyebabkan kita menjadi pemakan segala di kemudian hari,” tukas Jacqui.

Baca juga: Heboh! Ilmuwan Turki Klaim Nabi Nuh Hubungi Anaknya Pakai Ponsel Sebelum Banjir

  1. Konsultasi ke dokter

Sebelum menjalankannya, alangkah baiknya jika Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan praktisi/ ahli gizi guna memastikan bahwa diet 5:2 ini aman bagi kesehatan tubuh Anda.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here