Home Health Ini Cara Makan Yang Harus Anda Ikuti Agar Lebih Sehat

Ini Cara Makan Yang Harus Anda Ikuti Agar Lebih Sehat

6
0
SHARE


Tanpa disadari, cara makan Anda selama ini mungkin masih kurang tepat. Mulai dari mengunyah makanan terlalu cepat, hingga terlalu sering memesan makanan dari luar, ternyata hal ini berdampak buruk bagi kesehatan. Ingin tahu cara makan yang direkomendasikan? Baca!

 

Kunyah Makanan Secara Perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan dapat membantu Anda mengurangi asupan kalori yang berlebih. Menurut penelitian terbaru di American Scientific Sessions 2017, mereka yang terbiasa untuk mengunyah makanan secara perlahan cenderung tidak mengalami obesitas. Tak hanya itu, Anda juga bisa terhindar dari masalah metabolisme, penyakit jantung serta risiko stroke. “Hal ini terjadi karena ketika makan dengan ritme yang cepat, biasanya Anda cenderung lambat merasa kenyang. Pada akhirnya Anda akan makan secara berlebihan. Tak hanya itu, makan dengan cepat juga menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar, yang dapat menyebabkan resistensi insulin,” ujar Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung dari Universitas Hiroshima.

Mengunyah makanan secara perlahan terbukti membantu sistem pencernaan mengirim sinyal ke otak. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah tubuh masih membutuhkan asupan makanan ataukah jumlah makanan yang masuk sudah cukup. Menurut para ahli di Ohio State University, penting untuk mengunyah makanan hingga 10 kali dalam satu suapan agar proses pencernaan dan asupan nutrisi dapat berjalan lebih baik. Psst, menurut hasil analisis aplikasi penurunan berat badan Lose It, kebanyakan orang mengasup kalori lebih banyak pada hari Sabtu dan Jumat. Ups! Beware of the weekend, ladies!

 

Kurangi Memesan Makanan Dari Luar

Tahukah Anda, menurut NPD Logistics Service, jumlah layanan pesan antar makanan lewat telepon dan internet di seluruh dunia melonjak 18 persen dari tahun lalu menjadi 1,9 miliar. Makan malam adalah makanan yang paling sering dipesan secara online, dan pesanan keluarga adalah pemesanan makanan terbanyak lewat online. Orang-orang yang berusia di bawah 35 tahun dan mereka yang memiliki pendapatan rumah tangga di atas gaji rata-rata per bulan adalah pengguna pemesanan terbanyak. Di Indonesia sendiri, ada banyak layanan ojek yang dapat membantu Anda memesan makanan.

Hal ini berdampak pada suatu kebiasaan baru – malas membuat makanan sendiri, serta malas memesan makanan sendiri – yang membuat Anda kurang memiliki kontrol atas makanan apa yang masuk ke dalam tubuh. Secara tak langsung, hal ini membuat kesehatan juga menjadi nomor dua. Bagaimana pun, memasak makanan sendiri jauh lebih sehat dibanding harus membeli makanan di luar, apalagi makanan fast food.

 

Kurangi Konsumsi Garam 

Terlihat sulit memang, namun menurut Centers for Disease Control and Prevention Research (CDC), kelebihan sodium dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi serta penyakit jantung dan stroke. Di sisi lain, makanan olahan dan cepat saji di restoran banyak mengandung sodium. Menurut CDC, batas konsumsi sodium tiap harinya adalah kurang dari 2.300 miligram sodium, sedangkan mereka yang berusia 51 tahun ke atas harus membatasinya sampai 1.500 miligram per hari. Maka dari itu, memasak adalah pilihan yang teraman dan paling sehat.

 

Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Soda

Sebuah artikel New York Times yang diterbitkan belakangan ini mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonsumsi “selusin minuman ringan bersoda bebas gula” setiap hari. Padahal, para peneliti dari Canadian Medical Association Journal mengatakan bahwa minuman bersoda bebas gula itu tidak membantu seseorang menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena kandungan gula yang biasa dipakai untuk minuman bersoda, diganti komposisinya dengan bahan lain yang membuat tubuh cepat membutuhkan kalori. Bahkan, menurut jurnal Stroke American Heart Association, minuman yang dimaniskan secara artifisial terkait dengan peningkatan risiko stroke dan demensia.

 

Kurangi Minuman Beralkohol

Jangan membuat alasan, “Ah, aku kan jarang minum alkohol, jadi sesekali tidak apa, dong.” Sekalipun jarang mengonsumsi alkohol, dan meski minuman yang Anda konsumsi kandungan alkoholnya rendah, menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh American Society of Clinical Oncology, risiko kanker payudara, kerongkongan, serta kepala dan leher, tetap saja sama besarnya. Uh-oh!

(Alvin Yoga / SW / Image: Dok. dolgachov@123rf.com)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here