Home Health VIDEO: RS Awal Bross Gelar Seminar Awam HIV/AIDS

VIDEO: RS Awal Bross Gelar Seminar Awam HIV/AIDS

16
0
SHARE


Laporan reporter Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU – Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru menggelar seminar awam mengenai HIV/AIDS  di Aula Awaloeddin Function Hall lantai A, RS Awal Bros Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (16/12/2017).

Kegiatan seminar yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wib ini dihadiri oleh puluhan peserta. Para peserta tampak serius mendengar pemaparan dari dua narasumber yang dihadirkan oleh pihak rumah sakit yakni , Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Awal Bros Pekanbaru, dr.Poerniati Koes Andrijani, SpPD, FINASIM dan Koordinator Yayasan Sebaya Lancang Kuning (Kelompok Pendamping Odha), Rizna.M.

“Kita sebagai peserta apresiasi dengan adanya kegiatan seminar seperti ini. Karena sebenarnya kalau kita bicara HIV/AIDS bagus karena banyak orang yang tidak tau pencegahan dan pengobatan dan masih jadi polemik,” jelas Embun, salah satu peserta seminar.

Pria yang aktif di komunitas bloger ini berharap perkembangan teknologi dibidang medis sehingga ditemukan obat penyakit tersebut. “Sama seperti teknologi IT, mudah-mudahan kedepan ditemukan obatnya. Karena saya melihat dimasyarakat inikan suatu momok,” katanya.

Dakal seminar tersebut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Awal Bros Pekanbaru, dr.Poerniati Koes Andrijani, SpPD, FINASIM memaparkan berbagai hal mengenai HIV/AIDS. Menurutnya,

HIV dan AIDS, adalah diagnosis yang berbeda. HIV, kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang menyerang daya tahan tubuh manusia yang jika tidak diobati bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS.

Sepengetahuanya, memang sampai saat ini belum ada obat penyembuh penderita HIV/AIDS. Namun, hanya ada obat yang digunakan untuk memperlemah virus tersebut supaya tidak tumbuh dan berkembang sehingga bisa dikendalikan.

“Akan lebih sulit kalau pasien yang sudah positif datangnya dalam kondisi berat. Artinya ketika tau positif tidak dilakukan penanganan,” katanya.

Sedangkan Koordinator Yayasan Sebaya Lancang Kuning, Rizna.M memaparkan banyak hal mengenai pendampingan yang dilakukan terhadap odha (Orang dengan HIV/AIDS). Sejak tahun 2006 lalu hingga tahun 2017 ini ada sekitar 1500 odha yang didampingi.

“Virus itu sebenarnya tidak masalah kalau paham dan memiliki pengetahuan tentang itu apa obatnya untuk melemahkan virus ini. Tapi justru yang membuat Odha cepat meninggal dunia adalah stigma diskriminasi, dianggap sebagai orang pendosa dan dianggap sudah melakukan hal-hal negatif. Itulah yang membuat mereka cepat meninggal jika dibandingkan dengan virus itu sendiri,” paparnya.

Sehingga menurutnya, dukungan terhadap para odha terutama dari orang-orang terdekat begitu dibutuhkan. “Odha itu sama seperti orang pada umumnya. Hanya saja ia terserang virus. Sama halnya seperti virus influenza dan itu juga tidak bisa diobati,” katanya.

Sementara itu, Konselor Unit VCT (Voluntary Counselling and Testing) RS Awal Bros Pekanbaru dr. Linda Devita memaparkan bahwa RS Awal Bros memiliki layanan pemeriksaan HIV/AIDS.

“Untuk skrinning HIV/AIDS dapat dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Layanan ini sudah ada sejak tahun 2012 lalu. Kalau kita temukan pasien-pasien yang sakit kemudian tidak diketahui sakitnya apa dan dicurigai terserang HIV juga kita sarankan langsung periksa. Untuk yang operasi juga biasanya harus diketahui status pasiennya,” pungkasnya. (*)



Source link