Home Health 3 Peneliti Diabetes Melitus Tipe 2 Dapat Dana Rp305 Juta

3 Peneliti Diabetes Melitus Tipe 2 Dapat Dana Rp305 Juta

9
0
SHARE


Dream – Nutrifood Research Center kembali menggelontorkan dana penelitian terkait dengan diabetes melitus tipe 2. Dari 763 proposal penelitian yang masuk, ada tiga yang dinyatakan terbaik dan mendapatkan total dana Rp305 juta.

Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat mendorong lahirnya penemuan baru di bidang kesehatan. Sedangkan tema diabetes melitus tipe 2 ditetapkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2013.

” 90 persen kasus diabetes yang ada di Indonesia merupakan kasus diabetes melitus tipe 2, yang dipicu karena buruknya gaya hidup,” ujar Head of Nutrifood Research Center, Astri Kurniati di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 28 November 2017.

Asri mengatakan hasil Riskesdas 2013 menunjukkan, prevalensi penderita diabetes di Indonesia kian meningkat. Yakni dari 5.7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen pada 2015 dengan total kasus mencapai 10 juta.

” Hasil penelitian dari NRC Grant 2017 terkait diabetes melitus tipe 2 ini diharapkan, dapat menjadi salah satu kontribusi Nutrifood dalam menurunkan prevalensi angka penderita ataupun kematian akibat diabetes di masa yang akan datang,” imbuh Astri.

Proposal pertama yang mendapatkan dana riset disusun oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim ini berencana membuat penelitian untuk memperoleh marker potensial deteksi dini (via senescence) dan marker progresivitas komplikasi diabetes melitus tipe 2.

Tim UGM mendapatkan total dana Rp145 juta selama setahun. Jika berhasil, pengetesan darah untuk melihat marker ini, dapat menunjukkan potensi prediabetes seseorang dan tingkat keparahannya.

Proposal kedua dari tim Universitas Surabaya (Ubaya) yang akan meneliti tentang bagaimana cara memperoleh marker potensial (pola metilasi DNA) untuk deteksi dini prediabetes. Tim ini akan dibiayai selama setahun dengan total biaya Rp110 juta

Penelitian tim Ubaya berusaha membuktikkan pengecekkan darah untuk melihat marker ini, dapat turut menunjukkan potensi diabetes seseorang di masa yang akan datang. Meskipun hasil gula darahnya dalam kondisi normal pada saat pengecekan.

Terakhir adalah tim dari Universitas Udayana yang akan meneliti tentang perbandingan profil Akkermansia Muciniphila pada populasi diabetes dan non-diabetes di Indonesia. Lebih spesifik di Bali. Tim ini mendapatkan dana sebesar Rp50 juta selama setahun.

Penelitian ini akan menjadi yang pertama tentang profil Akkermansia muciniphila terkait diabetes di Indonesia. Jika terbukti Akkermansia muciniphila lebih banyak terdapat pada mereka yang non-diabetes, penelitian ini dapat dikembangkan menjadi terapi potensial untuk manajemen diabetes melitus di masa depan. (ism) 



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here