Beranda Entertainment ‘DILAN 1990’ Sukses Luar Biasa, Film Lain Mengalah Geser Tanggal Rilis

‘DILAN 1990’ Sukses Luar Biasa, Film Lain Mengalah Geser Tanggal Rilis

15
0
BERBAGI


Kapanlagi.com – Insting seorang produser memang tak pernah meleset. Sejak awal, Ody Mulya Hidayat selaku produser DILAN 1990 sudah memperkirakan kalau film ini bakal booming dan prediksi itu benar terjadi.

Pada hari pertama tayang, film yang disutradarai Fajar Bustomi tersebut sukses meraih 225.000 penonton. Respon positif masyarakat membuat eksibitor menambah jumlah layar hingga tembus 1,2 juta penonton pada hari keempat.

Meledaknya drama remaja yang diadaptasi dari novel bestseller karya musisi dan penulis kondang Pidi Baiq membuat film-film lain menggeser tanggal rilis. Ada satu film Indonesia yakni LONDON LOVE STORY 3 mengalah dengan mundur tayang satu minggu dari jadwal semula, serta judul film Hollywood.

Larisnya film ‘DILAN 1990’ membuat jadwal film lain terpaksa bergeser. ¬© KapanLagi.com/Budy Santoso

“Data terakhir Dilan dapat 365 ribu penonton dalam satu hari dan itu luar biasa. Ada beberapa film diundur satu-dua minggu. Ada LONDON LOVE STORY 3 kena karena Dilan, film barat juga kena karena Dilan,” kata Ody ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).

Mundurnya tanggal rilis sebuah film tentunya merupakan hal yang lumrah. Produser dan jaringan bioskop pasti tahu bagaimana taktik bisnis agar filmnya laku dilahap penonton.

“Saya paham kalau ada beberapa film mundur karena sekarang¬†DILAN 1990 ada di 400-an layar. Kalau terbagi (layar), itu mengganggu jumlah penonton. Kalau saya sih sebenarnya nggak masalah, cuma yang tahu bisnisnya kan eksibitor. Dengan DILAN 1990 mereka aman. Saya pikir Dilan ini dihabisin dulu sampai selesai baru keluarin jagoan baru. Sehingga bisa menarik penonton lain. Kalau terjadi benturan, malah akan nggak jadi apa-apa. Itu yang terjadi juga di film rilis Lebaran dan tahun baru. Kue dibagi-bagi malah nggak maksimal,” pungkas pemilik rumah produksi MAX Pictures ini.

Berita Foto



Source link